Selasa, 10 November 2015


Knockin On Heavens Door dalam Versi Heavy Metal Sebagai Bentuk Ekspresi Kekecewaan dalam Kehidupan.

Guns N’ Roses dikenal sebagai “King of Rock” diantara akhir 1980-awal 1990, Mereka juga mendapat julukan “The Most Dangerous Band In The World” yang secara mengejutkan mampu menjual album perdana mereka ‘Appetite For Destruction’ menjadi album perdana terlaris di dunia. Band ini dikenal public sebagai band yang agresif baik di atas panggung maupun di luar panggung, identik dengan alcohol, narkoba dan perilaku seksual.
Menurut analisis Rolland Boer’s berkenaan dengan lirik-lirik lagu GNR, lirik lagu-lagu GNR sering bercerita tentang kehidupan jalanan, masa kanak-kanak yang sia-sia, penyiksaan, kekecewaan dan kebencian terhadap sesuatu, Narkoba dan alcohol, gangguan psikologis, Sex, kedisiplinan dan perbudakan, tentang Cinta baik dalam masa-masa indah maupun kebencian cinta, penolakan terhadap wanita-wanita tertentu, dan menceritakan tentang keinginan untuk mendapatkan kenikmatan dunia. (Boer,1999:89).
Guns N’ Roses memainkan ‘Knockin On Heavens Door’ sejak tahun 1987 dan memasukkan lagu itu ke dalam album mereka “Use Your Illusion II” di tahun 1991, album ini adalah album terlaris di dunia versi Billboard Amerika pada tahun 1991-1993. Knockin On Heavens Door versi Guns N’ Roses berbeda dengan versi Folk Music atau Reggae yang mana pada versi ini penuh dengan alunan dari elektrik gitar yang mendistorsi dan karakter vocal Axl Rose sang front man band ini (yang akhir tahun 2010 lalu dinobatkan sebagai Vokalis terbaik sepanjang masa). Tema lagu yang jika dinyanyikan Guns N’ Roses ini adalah KEMATIAN.

Kematian itu diibaratkan merujuk pada salah satu fans heavy metal yang mengikuti apa saja yang menjadi cirri khas rocker pujaannya, mulai dari jaket kulit, celana jins, sepatu kulit, celana sobek-sobek, lencana-lencana, aksesoris, tattoo, rompi, dan baju-baju/celana-celana tambalan.
Dalam lagu Guns N’ Roses gambaran lagu itu diibaratkan pada seseorang yang akan bunuh diri menggunakan pistol dan berusaha menembak dirinya sendiri sebelum Axl Rose menyanyikan bait kedua. Data-data bunuh diri yang banyak ini menunjukkan fakta bahwa rentang usia yang paling banyak adalah 10-19 tahun dan 49% nya menggunakan senjata api, penyebab bunuh diri pada kurun waktu 1992-2001 antara lain : Masalah keluarga, masalah cinta, depresi/gila, pengaruh alcohol/narkoba, orang yang belum kawin, penyakit dan orang yang sudah sangat tua.
Di tengah-tengah lagu Knockin On Heavens Door versi GNR terdapat sebuah percakapan telepon antara Josh Richman dan temannya bernama Jack. Jack berusaha bunuh diri dengan pistolnya ketika tidak lagi kuat menjalani masalah-masalah dalam hidupnya, dia putus asa dan depresi berat. Josh Richman berusaha mencegah Jack, percakapan dalam telepon tersebut :
“You just better start sniffin your own rank subjugation, Jack. Cause its just you against your tattered libido, the bank and the mortician forever man, and it wouldn’t be luck if you could get out of life alive.”

Bagi pribadi Axl Rose, Knockin On Heavens Door versi Guns N’ Roses sedikit mengambil apa yang pernah terjadi pada dirinya semasa kecil. Axl tumbuh dan berkembang di Indiana dengan keluarga yang bermasalah, dia dilahirkan dengan nama William Bruce Rose Junior. Ayahnya bernama William Rose dan Ibunya bernama Sharon E. Ayahnya meninggalkan Axl ketika dia berumur dua tahun, ayahnya bercerai dengan ibunya. Axl tumbuh dalam kekerasan rumah tangga yang dilakukan oleh ayah tirinya, melihat penyiksaan ibunya oleh ayah tirinya dan melihat ibunya tidak bisa berbuat apapun untuk membela Axl. Ayah tirinya bernama L.Stephen Bailey, Selama hidup bersama ayah tirinya nama William Bruce Jr (Axl kecil) diubah oleh ibunya menjadi William Bruce Bailey.
“Aku ingat saat dilecehkan secara seksual oleh ayah tiriku dan menyaksikan sesuatu yang mengerikan terjadi pada ibuku ketika dia datang menjemputku. Aku memiliki banyak pikiran yang bersifat kekerasan dan melecehkan terhadap wanita karena menyaksikan apa yang telah diperbuat ayah tiriku terhadap ibu dan saudara perempuanku.” (Axl Rose).
Pada usia remaja Axl tahu bahwa ayah kandungnya masih hidup, dia tidak mengakui ayah tirinya dan kemudian dia merubah namanya sendiri menjadi William Axl Rose (WAR). Sebuah nama yang sebenarnya merupakan akronim dari peperangan, dan jiwa Axl memang tak pernah lepas dari ‘perang’ dan kekerasan hidup.
Dengan menyanyikan ‘Knockin On Heavens Door’ Axl Rose mengekspresikan pengalaman masa kecilnya dengan keluarga yang berantakan. Dia mengekspresikan kekecewaan pada masalah-masalah dalam hidupnya dan sebuah keputusasaan yang mendalam. “Ketika awan mendung turun ke bawah, rasa-rasanya seperti sedang mengetuk pintu surga.” Awan mendung dalam lagu ini diibaratkan pada masalah yang berat, masalah yang kelam dan dipenuhi kegelapan, seolah-olah dirinya akan menemui kematian pada saat itu.
Mungkin menurut Axl masih banyak kaum muda di luar sana yang mengalami nasib serupa dengannya. Inilah salah satu alasan terkuat mengapa Axl Rose memilih dua lagu cover version yang bertema kematian dalam album Use Your Illusion, yang pertama Axl memasukkan lagu karya sang maestro Paul McCartney “LIVE AND LET DIE” dan kedua Axl memasukkan lagu ini, lagu karya musisi fenomenal sepanjang sejarah, Bob Dylan dengan lagu “KNOCKIN ON HEAVENS DOOR”.
Namun berbagai masalah hidup haruslah dihadapi dan tetap survive untuk menjalani berbagai masalah tersebut. Bob Dylan dalam lagu lainnya yang berjudul “Death is Not The End” mengatakan bahwa kematian bukan jalan satu-satunya untuk mengakhiri masalah.
Knockin On Heavens Door merupakan lagu pertama Guns N’ Roses yang direkam bersama drummer Matt Sorum. Matt Sorum menjadi pengganti Steven Adler yang masuk panti rehabilitasi narkoba pada tahun 1990. Lagu ini kemudian menjadi soundtrack film “Days Of Thunder”. Slash menggunakan gitar Gibson Les Paul 58 Explorer dalam merekam lagu ini. Menurut Slash lagu ini cukup istimewa untuk mengetahui pertama kali apa beda rasa antara Steven Adler dengan Matt Sorum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar